Hingga tahun ketiga perkawinan, tampaknya belum ada tanda-tanda aku hamil, padahal menurut dokter semuanya sehat-sehat saja, tak ada kelainan apapun. Sempat khawatir juga sich..... jangan-jangan salah seorang dari kami "Mandul". Hiiii... ngeri juga, membayangkan tidak punya keturunan. Takut gak ada yang mendoakan setelah kami "Mati".
Kadang di waktu-waktu senggang ketika kami bisa bercengkerama bersama, kami meng-andai-andai, tentang anak-anak kami yang lucu-lucu, lincah-lincah, cerdas, pintar namun santun dan sholeh/sholehah. Kami sadar dunia anak-anak kami besok lebih carut marut dari dunia kami ketika kecil hingga dewasa.
Kami tidak terlalu "Dokter Minded", mungkin karena perekonomian kami yang masih kacau balau. Untuk ikut program "Permata Hati" membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Untung suamiku adalah orang "pesantren" maka kami hanya melakukan pendekatan spiritual saja dengan banyak meminta doa dari Kiyai-kiyai yang ada di seputar Jogya. Hanya dengan sebuah keyakinan bahwa "ALLAH PASTI MENGABULKAN PERMINTAAN HAMBANYA.
Kami suka ber-andai-andai, bahwa bila anak pertama lahir perempuan maka akan kami beri nama "MUTMA'INAH YIPING SUSANTI". MUTMA'INAH artinya jiwa yang tenang. Maksudnya kami ingin anak perempuan kami gak gambang terombang-ambing dan terjerumus dengan gemerlapnya dunia. YIPING adalah nama tokoh sinetron YIPING dalam Film KABUT CINTA yang diperankan Oleh VIC ZAO. Seorang Gadis Cantik yang punya kepribadian Kuat dan pantang menyerah serta tegas dalam menjalani hidup dan memilih prinsip hidupnya. SUSANTI adalah nama belakan ERIE SUSAN penyanyi dangdut yang punya suara khas. Kami pingin anak kami besok memiliki suara emas.
Kalau lahir anak laki-laki kita akan memberi nama "IMAN SEJATI". Sekarang ini banyak orang alim/ orang pintar maupun kiyai yang tidak memiliki "IMAN SEJATI" mereka memiliki ilmu yang tinggi namun kadar iman bisa dibeli dengan Uang dan Ilmu ng mereka miliki malah digunakan untuk menjerumuskan akidah.
Kalau lahir adiknya lagi, bila cowok lagi maka kami beri nama "MUCHIBBUL ULUM" Kalau Cewek Kita beri Nama "MUCHIBBATUL ULUM" artinya "pecinta Ilmu". Karena dalam al-quran disebutkan bahwa Allah meninggikan derajat orang yang ber-"Iman" dan ber-"Ilmu".
Menurut kami ber-iman tanpa Ilmu gampang menjadi "Tersesat" karena kebodohannya. Namun ber-Ilmu tanpa Iman malah bisa menyesatkan orang lain. Lha yang ini lebih bahaya karena bisa mengajak orang "kecemplung neraka"
Alhamdulilah ternyata pada tahun ke lima perkawinan, lahirlah naka kami yang pertama (13 Oktober 2003), seorang laki-laki yang kemudian kami beri nama IMAN SEJATI. Lima bulan kemudian aku hamil lagi, namun aku harus dicurret ketika kehamilanku berusia 3 bulan. Lima bulan sejak curret aku hamil lagi dan lahirlah ank kedua (7 September 2005) yang juga laki-laki yang kemudian kita beri nama "MUCHIBBUL ULUM"
Aku sadar bahwa aku gak bakal bisa membuat anak bila Allah belum mengijinkan. Maka sebelum berusia 40 tahun, berapapun anak yang diberikan Allah padaku akan kuterima dengan senang hati. Aku tidak KB dan tidak mau ber-KB.
Alhasil 2 bulan setelah kelahiran anak ke 2 aku hamil lagi Namun harus keguguran di usia 11 minggu, 5 bulan setalah keguguran itu aku hamil lagi dan ....keguguran lagi di usia kandungan 8 minggu. Alhamdulillah...Allah memberiku kesehatan yang cukup Prima.
Satu tahun sejak keguguran terakhir Allah mempercayakan Janin di perutku, yang sekarang sudah suka menendang-nendang. Alhamdulillah akhirnya lahirlah anak kami yang ke 3. Alhamdulillah perempuan yang kemudian kami beri nama "MUTMA'NAH YIPING SUSANTI" . Alhamdulillah "amanah cantik" kami hadir di dunia tanggal 16 Desember 2008. Mohon doanya yha... semoga jadi anak sholihah, jadi seorang hafidhoh (penghafal al-qur'an), dan jadi seorang "Ahli Surga"
Kami sudah merencanakan apa yang baik menurut kami untuk anak-anak kami, karena pendidikan dini harus dimulai dari dalam kandungan. Maka sejak hamil saya sudah membatasi diri untuk tidak lihat sinetron dan hal-hal yang bisa menambah "dosa mata", "dosa telinga", "dosa perasaan" dan "dosa hati". Insya Allah.
Alhamdulillah ketika hamil anak pertama, TV kami rusak dan tidak pernah kubetulkan karena kebetulan kami juga tak punya biaya untuk membetulkan. Alhamdulillah Saat hamil anak ke dua kami bisa beli TV baru.
Anak ketiga ini sejak bulan pertama,kondisi kesehatanku "parah sekali" + kondisi ekonomi yang semakin sulit. Anak ke tiga ini termasuk anak mahal, karena harus berobat ke dokter Sp.Og dan obatnyapun mahal-mahal.Namun apa yang kuderita tidak sembuh-sembuh, sehingga nyaris-nyaris aku tidak kuat dengan keadaanku. Untung suamiku selalu mengingatkan untuk tetap "IHKLAS MENERIMA APAPUN KEADAANKU" karena saat ini Allah justru akan memberiku "Anugrah yang besar". Obatnya tiap malam aku harus baca al-quran+sholat malam yang tentunya dengan kondisi yang "payah" sekali
Alhamdulillah. Allah menepati janjinya, di bulan ke 4 kehamilan, Aku mendapat anugrah "Naik Pangkat. Alhamdulillah di bulan ke 6 kehamilan aku berhasil menyelesaikan "Skripsi" dan berhasil di wisuda menjadi sarjana setelah 12 tahun terkatung-katung. Alhamdulillah aku dipertemukan dengan teman-teman lamaku (SMA dulu) melalui Internet. Di awali dari ketemu "Cinde", ternyata Allah membuka rejekiku melalui "Cinde" selanjutnya aku dipertemukan teman-teman lainnya. Masalah penyakit, Alhamdulillah aku berhasil sembuh hanya dengan obat-oratan tradisionil yang harganya murah bahkan cuma nyari di kebon dan di sawah seputar rumahku.
Kini sejak bulan ke 7 kehamilan, kondisi kesehatanku sudah kembali "prima". Alhamdulillah aku terhindar dari meja operasi caesar, aku bisa melahirkan dengan cara normal hanya dengan pertolongan seorang bidan walaupun ketubanku sempat keruh kehijauan dan anakku sempat minum air ketuban sehingga gak menangis ketika dilahirkan. Namun Alhamdulillah semuanya sudah berlalu. Anakku tertolong dan sehat.
Alhamdulillah Allah memang menepati janjinya "Bahwa Allah menitipkan Amanah cantik berikut "ragat-e" . Kini ekonomi kami meningkat dengan pesat, dari banyak jalan yang gak pernah kami duga sebelumnya. Bahkan Alhamdulillah kami sudah bisa mengganti dinding luar kamar kami yang masih "gedheg" menjadi Bata meskipun belum bisa meng-"aci". Walaupun sekat-sekat bagian dalam masih berupa semi "gedheg". Namun kami bersyukur karena ketika hujan deras, air sudah tidak membasahi "kamar". Dulu waktu anak kedua kami masih bayi terpaksa basah kuyup karena air hujan yang disertai angin kencang masuk melalui dinding-dinding "gedheg".
Kini Hampir tiap malam aku menangis karena rasa syukur "Terima Kasih ya Allah"